Tidak semua investasi adalah investasi

Tidak Semua Investasi Adalah Investasi

Semenjak era internet dan gadget menjadi lebih maju, maka kita hampir setiap harinya akan bertemu dengan penawaran investasi, yang menarik adalah investasi tersebut nampak sangat baik dan meyakinkan, apakah semuanya benar-benar investasi?

Ada beberapa kriteria dan versi memang dalam mengklasifikasikan sesuatu adalah investasi atau bukan, mari kita coba bahas beberapa yang nampaknya kurang tepat dalam dinamakan sebagai investasi.

Perdagangan forex atau komoditi sering mengatakan bahwa investasi pada pasar uang dunia akan sangat menguntungkan. Penggunaan kata investasi pada instrument forex kadang tidak terlalu tepat, mengapa?

Bursa berjangka maupun bursa derivative pada perdagangan mata uang dan komoditi adalah sebuah bursa pembentuk harga dan sebuah bursa untuk lindung nilai (hegding) setidaknya itulah fungsi utamanya.

Pada bursa berjangka dan forex kita tidak memegang aset nya melainkan melakukan pembelian spot atau harga. Tujuannya adalah sebagai sarana pembentukan harga ataupun hedging.

Bila pada saat ini Anda memiliki mata uang rupiah dan 2 bulan lagi Anda wajib membayar hutang dalam bentuk mata uang dolar Amerika, maka apa yang terjadi ketika 2 bulan mendatang Rupiah melemah? Kita akan mengalami kerugian, apabila kenaikannya cukup tinggi maka kerugiannya akan membesar.

Disinilah peran serta pasar derivative mata uang, kita dapat mengambil spot jual (short) atas rupiah terhadap dolar Amerika. Sehingga dengan spot jual artinya kita akan diuntungkan bila rupiah melemah terhadap dolar, pada kondisi riil nya kita memang mengalami kerugian akibat posisi rupiah yang melemah, namun pada pasar derivative mata uang kita diuntungkan.

Sehingga dengan kondisi seperti itu membuat kita mendapat sebuah perlindungan atas nilai yang tidak pasti untuk 2 bulan mendatang. Lalu kembali lagi masalah investasi.

Investasi dalam salah satu versi artinya mendapatkan suatu hasil yang bertumbuh dari sebuah kondisi dengan resiko lebih kecil dibandingkan hasilnya, bagaimana sebuah transaksi forex bisa menguntungkan sebagai seorang investor? Perlu kita ketahui juga bahwa forex memiliki banyak syarat lainnya yang disebut dengan transaksi margin atau dalam keadaan pasar melawan arah yang kita harapkan maka kita harus melakukan penyediaan dana cadangan untuk disetorkan.

Sehingga sebenarnya forex akan lebih tepat sebagai sebuah instrument trading (berdagang) maupun lindung nilai (hedging) bagi yang membutuhkan.

Lalu dari sektor lainnya, “Belilah properti terbaru, besok harga akan naik.” Apakah Anda juga pernah mendengar hal ini?

Ya dalam instrumen properti juga terdapat beberapa pihak yang mengatakan investasi pada properti adalah sebuah hal yang tepat dan tidak mungkin rugi, minggu depan saja sudah pasti akan untung.

Tidak semua transaksi pada properti adalah sebuah investasi dalam bidang keuangan, contohnya adalah ketika Anda membeli rumah tinggal untuk ditempati, transaksi tersebut adalah sebuah transaksi konsumsi sama layaknya Anda membeli gadget maupun kendaraan.

Ditinjau dari makna investasi, investasi adalah sebuah kegiatan menanam modal dan memiliki buah atau hasil. Bila Anda membeli sebuah properti tapi tidak menghasilkan maka sebenarnya tidak menjadi sebuah kegiatan berinvestasi.

Sejatinya investasi properti contohnya adalah dengan membeli tanah, membangunnya menjadi sebuah kost-kostan bahkan hotel, maka itulah salah satu contoh investasi pada properti.

Karena membangun sesuatu dengan menanamkan modal dan akhirnya menghasilkan tanpa perlu menjual kembali properti yang telah dimiliki.

Banyak orang yang tergiur dengan sebuah penawaran investasi, dan sebuah investasi yang benar-benar murni tanpa spekulasi sebenarnya berasal dari pendapata aktif kita yang disisihkan tanpa perlu terlibat dengan hutang piutang.

Investasi juga artinya bisa menggunakan ‘uang dingin’ atau dana yang memang benar-benar untuk investasi dan menghasilkan.

Leave a Reply