Saham Bluechips Murah

Saham Bluechips Murah

Seperti di Indonesia, ternyata selain Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terdapat indeks lain, contohnya adalah Indeks LQ45 dan Indeks JII30.

Berdasarkan teori dan kriteria pemilihannya maka saham-saham yang masuk kedalam list LQ45 merupakan 45 saham dengan kategori ‘khusus’.

LQ45 adalah 45 saham dalam 1 periode (6 bulan) yang likuid dan perusahaannya berkapitalisasi besar, selain itu yang diperhitungkan adalah perusahaan yang sahamnya telah tercatat di bursa selama minimal 3 bulan, sahamnya juga masuk dalam 60 saham dengan nilai transaksi besar di pasar regular, serta pertimbangan pada kapitalisasi pasar atas saham perusahaan tersebut, sehingga didapatlah 45 saham yang menghiasi LQ45.

Boleh dibilang selama 6 bulan, saham-saham yang masuk ke indeks LQ45 adalah saham favorit, bonafid dan likuid di Bursa Efek Indonesia.

Pekerjaan besar untuk bisa berinvestasi tentunya adalah memilih saham mana yang bagus dan baik untuk kita miliki, karena pilihan saham di Bursa Efek Indonesia juga tidak sedikit, per 22 Februari 2016 saja terdapat 532 saham yang terlisting di Bursa Efek Indonesia.

Sehingga dengan tersisa dari 45 saham saja dari LQ45 yang sudah sedemikian rupa diseleksi akan meringankan pekerjaan kita.

Namun, akan muncul sebuah masalah, bila kita beli semua saham di LQ45 artinya setidaknya kita akan membutuhkan dana yang cukup besar meski hanya 1 lot per 1 saham, belum lagi indeks LQ45 selalu diperbaharui setiap 6 bulan sekali, akan cukup repot dalam monitoringnya.

Bagaimana solusinya?

Reksa dana Indeks adalah sebuah reksa dana dimana komposisi dari portfolio reksa dana tersebut akan mengacu pada 1 buah indeks, artinya bila indeks acuannya naik x % maka gerakan dari reksa dana indeks tersebut juga akan menyamai pergerakan indeks tersebut.

Mengapa demikian?

Karena tugas utama dari reksa dana indeks adalah untuk bisa menyamai pergerakan naik dan turunnya dari indeks acuannya, bukan untuk mengungguli. Berbeda konsep sekali dengan reksa dana yang saat ini sudah kita ketahui bukan? Bahwa reksa dana motto dan prinsipnya adalah untuk bisa lebih baik dari performa indeks nya.

Reksa dana konvensional akan selalu berlomba-lomba untuk bisa memenangkan diri dari indeks nya, namun reksa dana indeks justru dibuat untuk meng ‘copy paste’ pergerakan indeksnya.

Apa untungnya reksa dana indeks bekerja demikian? Tentunya kita juga harus ketahui, dengan meng ‘copy-paste’ indeks akan lebih sedikit effort dari manager investasi dalam mengelola, lebih sedikit dalam mengelola akan berefek lebih sedikit atau lebih ringan biaya pengelolaan yang akan investor terbebani.

Selain itu pengelolaan aktif juga bagi sebagian orang dan penelitian juga nyataya memiliki resiko yang lebih tinggi. Ibaratnya adalah semakin sering seseorang menyeberangi jalan, maka akan semakin tinggi juga orang itu terkena resiko bisa ditabrak oleh kendaraan yang lewat.

Reksa dana Indeks di Indonesia ada beberapa dan awas tertukar dengan ETF karena keduanya serupa tapi tidak sama, contoh dari reksa dana indeks adalah RHB LQ 45 Tracker, Batavia LQ45 Plus, Danareksa Indeks Syariah, dan lain-lain.

Pada gambar diatas terlihat sekali bahwa pergerakan dari indeks LQ45 dan kedua reksa dana indeks begitu serupa dan memag itulah tujuannya.

Sehingga sebuah kesempatan kita untuk berinvestasi pada saham-saham mahal dengan berinvestasi uang secara jauh lebih sedikit memulainya.

Karena reksa dana tetap mengacu kepada aturan dasar reksa dana saat ini adalah bisa dimiliki dengan Rp 100.000, coba bandingkan dengan membeli saham-saham LQ45 dan harus semuanya apalagi, membeli sebuah saham Unilever Indonesia saja sudah harus mengeluarkan dana Rp 30.000 x 100 = diatas Rp 3.000.000.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *