Mau Beli ORI atau SUKUK

Mau Beli ORI atau SUKUK?

Pemerintah di awal tahun 2016 kembali menerbitkan Sukuk bernomer 008, atau singkatannya adalah SR-008 (Sukuk Ritel 008). Semenjak tahun 2006, pemerintah Republik Indonesia mulai mempopulerkan surat hutang dimana surat hutang tersebut bernama ORI atau Obligasi Ritel Indonesia dengan nama ORI-001.

Yang namanya orang berhutang dan tentunya yang menghutangi akan bertanya apa manfaat yang akan didapat, maka jelas akan mendapatkan imbal hasil berupa bunga maupun bagi hasil yang dikenal dengan kupon.

ORI adalah Obligasi Ritel Indonesia sedangkan Sukuk adalah surat hutang yang memiliki prinsip dasar syariah, namun pada prinsip dasar penerbitan surat hutang ini adalah negara ingin berhutang kepada masyarakatnya, setelah sekian lama selalu membuka surat hutang yang dibeli oleh investor dunia dan institusi.

ORI sendiri telah mencapai nomer seri ke 12 sedangkan Sukuk sampai dengan 2016 telah mengeluarkan seri ke 8. Selain kedua varian surat hutang tersebut pemerintah Indonesia juga mengeluarkan SBR atau dikenal dengan Saving Bond Ritel yang baru sampai pada seri ke 1, ORI dan Sukuk memiliki konsep yang sama namun SBR memiliki konsep yang agak berbeda.

Ketika seseorang ingin membeli ORI maupun Sukuk kita dapat dengan jelas mengetahui detailnya pada yang disebut dengan prospektus.

Contoh pada SR-008 dapat mendownload langsung prospektusnya di http://www.kemenkeu.go.id/sites/default/files/Prospektus%20SR008_Final.pdf

Dalam prospektus terdapat hal detail mengenai SR-008:

  1. Diterbitkan pada tanggal 10 Maret 2016
  2. Jatuh Tempo tanggal 10 Maret 2019

Sehingga ketika kita saat ini membeli SR-008 maka surat hutang tersebut mulai berlaku mulai dari 10 Maret 2016 dan uang kita yang kita investasikan akan kembali (dikembalikan) di tanggal 10 Maret 2019.

  • Besaran kupon atau bunga adalah 8,3% per tahun yang dibayarkan setiap bulan tanggal 10

Sehingga kita akan mendapatkan imbal setiap bulan tanggal 10 8,3% x nominal uang kita x 1/12

  • Sukuk ini juga dijamin oleh:

– Proyek dalam APBN tahun 2016 dengan nilai dan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

– Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan/atau bangunan yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

– Menteri Keuangan menetapkan rincian Proyek dan BMN tersebut di atas yang akan digunakan sebagai Aset SBSN dalam rangka penerbitan Sukuk Negara Ritel seri SR-008

Sehingga apabila terjadi suatu masalah dan negara gagal membayar aset yang akan digunakan untuk menutup hutang SR-008 adalah yang disebutkan diatas.

  • Jumlah minimum pembelian Rp 5.000.000

Untuk bisa memiliki SR-008 minimal adalah sebesar Rp 5.000.000

Dan masih banyak lagi ketentuan untuk Sukuk tertulis dengan jelas di prospektus.

Hal yang perlu kita ketahui bahwa surat hutang negara memiliki imbal hasil yang lebih tinggi daripada suku bunga pada saat itu, dan surat hutang retail ini juga dapat dijual kembali sebelum waktunya berakhir sama seperti kita memiliki saham.

Pada suatu kondisi justru kita dapat dibayar lebih mahal dibandingkan saat kita membeli surat hutang tersebut!

Salah satu contoh adalah pada saat artikel ini dibuat, ORI010 yang jatuh tempo di 15 Oktober 2016 (saat artikel ini dibuat tanggal 22 Februari 2016) dihargai lebih tinggi bila dijual yaitu senilai 100,7%.

Artinya bila Anda memiliki ORI 010 10 juta rupiah dan menjual ORI010 Anda saat ini maka Anda akan mendapatkan Rp 10.700.000. Sehingga potensi keuntungan adalah selama Anda memilikinya Anda akan terus mendapatkan imbal hasil dari kupon senilai 8.5% (untuk ORI 010) per tahun dan dibayarkan setiap periode, dan pada satu kondisi juga bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan jual sebelum jatuh tempo surat hutang itu berakhir, justru malah ada yang membeli surat hutang Anda lebih mahal daripada jadwal pembelian kembali yang hanya dibayarkan Rp 10.000.000, namun bila Anda menjualnya maka ha katas imbal hasil dari kupon tidak lagi Anda terima.

Menarik bukan dengan berinvestasi pada surat hutang negara? Lebih aman karena yang berhutang adalah negara kita sendiri, memiliki penghasilan yang tetap, dan berpotensi lebih untung pada suatu kondisi dengan dijual kembali.

Bagaimana membeli surat hutang agar bisa dijual kembali lebih untung? Nantikan artikel selanjutnya!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *