Harga Barang Barang Yang Selalu Naik

Harga Barang-Barang Yang Selalu Naik

Siapapun akan setuju bahwa membeli barang-barang hari ini tidak semurah tahun lalu dan tidak lebih murah dari 10 tahun yang lalu.

Ya, contoh sederhananya bahwa 20 tahun yang lalu membeli permen dengan Rp 100 dan kita akan mendapatkan 3 butir permen, hari ini permen yang sama perlu kita beli dengan uang Rp 1.000 dan itupun cuma mendapatkan 1 butir permen!

Dalam konteks secara sederhananya, nilai uang sebesar Rp 1000 dulu dan kini menjadi sangat jauh berbeda, bila dahulu Rp 1000 terasa besar, hari ini Rp 1000 terasa sangat kecil.

Itulah yang dikenal dalam istilah ekonomi yang disebut inflasi. Bila dipertanyakan apakah inflasi adalah sebuah kondisi yang berbahaya? Maka jawaban sebenarnya adalah sama dengan ketika kita ditanyakan apakah minum vitamin sehat atau tidak?

Dalam kondisi yang terkendali, maka inflasi adalah sebuah kondisi yang sehat. Namun bila kita berpikir lagi, “Koq harga barang mengalami kenaikan adalah sebuah hal yang sehat? Rugi dong kan uang yang sama tidak lagi mampu membeli barang yang sama?”

Mengapa harga sebuah barang menjadi naik? Kenaikan harga barang diakibatkan karena modal memproduksi sebuah barang tersebut mengalami kenaikan, artinya hal itu termasuk modal perusahaan dalam menggaji karyawan dan pekerja yang ada didalamnya sehingga barang tersebut bisa dikonsumsi oleh setiap orang.

Apa jadinya bila pendapatan pekerja dan karyawannya tidak dinaikkan? Maka tentunya akan terjadi demonstrasi, terbukti meskipun upah minimum atau gaji mengalami kenaikan, negara kita masih sering terjadi demonstrasi mengenai kenaikan upah minimum bukan?

Mengapa pekerja menginginkan kenaikan upah? Hal itu karena kenaikan harga barang-barang dan kebutuhan?

Nah, menarik, Semuanya jadi berputar-putar. Inilah yang disebut pada keadaan yang normal maka kenaikan harga atau inflasi adalah sebuah hal yang wajar.

Namun, berita menyedihkannya adalah bila harga barang mengalami kenaikan lebih tinggi dari besarnya pendapatan, apa yang terjadi? Maka jelas bila ada seseorang yang semula mampu, bisa saja akibat kenaikan harga yang lebih tinggi dari pendapatannya, orang tersebut menjadi golongan orang yang tidak mampu.

Inilah sebuah kondisi yang berbahaya dan mengancam banyak orang. Lalu, bila saat ini kita baru membahas mengenai kebutuhan hari ini yang mengalami kenaikan dan pendapatan tidak naik lebih tinggi, apakah kita bisa membayangkan apa nasib dari masa depan? Semakin berbahaya bukan?

Jelas, bila hari ini saja sudah tidak mampu, bagaimana kedepan akan mampu, hal tersebut adalah suatu potret dari kehidupan banyak orang yang tidak mempersiapkan segala sesuatunya, setidaknya terdapat beberapa strategi dan sikap untuk mengantisipasi hal ini:

  1. Cukupilah Kebutuhan, jangan keinginan

Hal yang perlu dijaga pertama kali adalah keinginan, keinginan dari setiap orang tidak pernah ada habisnya, namun kebutuhan manusia pada umumnya tidak jauh berbeda.

Kebutuhan akan makanan, pakaian dan tempat tinggal, kebutuhan akan kesehatan dan hiburan, kebutuhan untuk bersosialisasi.

Namun keinginan yang membuat seseorang harus mengeluarkan uang lebih banyak. Keinginan makan dimana, makan apa, makan bersama siapa, dan lain sebagainya.

  • Bila kurang, berhematlah dan jangan berhutang

Dewasa ini akan semakin berbahaya melihat banyaknya orang yang mengambil jalan singkat karena kekurangan dana, apa yang dilakukan? Dengan berhutang, celakanya hutang ditutup dengan hutang.

Sebuah skema yang dikenal dengan “gali lubang, tutup lubang” adalah sebuah skema  berbahaya apabila terjadi hal diluar rencana, nyatanya hidup akan selalu dihadapkan pada kondisi-kondisi yang diluar rencana.

Berhutang untuk memenuhi keinginan hidup dapat dikategorikan sebagai pemborosan, namun berhutang karena perlu untuk mencukupi kebutuhan hidup artinya kita kekurangan, ubahlah menjadi gaya yang lebih sederhana atau perbesarlah pendapatan.

Karena berhemat lebih mudah daripada mencari pendapatan tamabahan, oleh karena itu jagalah kehidupan tetap pada sebuah gaya hidup yang wajar.

  • Ambil uang untuk masa depan

Masa kini dimana kita hidup sehari-hari sejatinya adalah kewajiban diri sendiri untuk bisa menghidupi. Hidup membutuhkan biaya yang pasti harus kita keluarkan dan pengeluaran yang tidak pasti juga banyak, namun masa depan kita adalah tanggung jawab dari setiap pribadi kita.

Karena menyadari kepentingan masa depan, maka ambillah uang yang kita dapat hari ini untuk masa depan kita, jangan sisihkan karena sisihkan artinya sisakan, bila Anda menganggap masa depan adalah bagian yang penting maka ambillah pendapatan Anda hari ini untuk bisa menghidupi Anda dikemudian hari.

Leave a Reply